Beberapa macam Sistem Penyediaan Air Bersih

posted on 12 Sep 2015 22:55 by gurubisnisnet
Sistem Sambungan Langsung

Pada Sistem sambungan Langsung, pipa distribusi dalam gerha disambung langsung secara pipa utama penyediaan air bersih. Sistem ini dapat diterapkan untuk perumahan & gedung-gedung kecil serta rendah, karena di dalam umumnya pada perumahan dan gedung kuntet tekanan dalam pipa utama terbatas dan dibatasinya ukuran pipa cabang dari pipa utama. Ukuran pipa cabang biasanya diatur dan ditetapkan sebab Perusahaan Air Teguk.

Sistem Tangki Kapa-kapa

Pada sistem Bak Atap air ditampung lebih dahulu di dalam tangki bawah. (dipasang pada lantai terendah bangunan atau dibawah muka tanah), lalu dipompakan ke suatu tangki atas yang biasanya dipasang dalam atas atap ataupun di atas lunas tertinggi bangunan. Mulai tangki ini, Air didistribusikan ke segala bangunan. Sistem Tangki Atap diterapkan karena alasan-alasan sebagai berikut:

Selama airnya dipakai, perubahan tekanan dengan terjadi pada alat plambing hampir tidak berarti. Perubahan tekanan ini hanyalah konsekuensi perubahan muka Air dalam tangki atap.

Sistem pompa dengan menaikkan air di tangki atap beroperasi secara otomatik dengan cara yang super sederhana sehingga mungil sekali kemungkinan.

Timbulnya kesulitan. Pompa umumnya dijalankan dan dimatikan oleh alat yang mendeteksi muka dalam tangki atap.

Pemeliharaan tangki atap luar biasa sederhana dibandingkan dgn misalnya tangki menekan

Sistem Tangki Tekan

Prinsip sistem Perusahaan Air Minum adalah sebagai lalu: air yang telah ditampung dalam tangki pangkal, dipompakan ke di suatu bejana (tangki) tertutup sehingga udara di dalamnya terkompresi. air dari bak tersebut dialirkan ke dalam sistem pengiriman bangunan. Pompa berlaku secara otomatik dengan diatur oleh suatu dtektor tekanan, yang menutup/membuka saklar motor listrik penggerak menggelembungkan: pompa berhenti berlaku kembali setelah tuntutan mencapai suatu limit maksimum yang ditetapkan dan bekerja tambah setelah tekanan memetik suatu batas sempurna tekanan yang ditetapkan juga. Daerah fluktuasi biasanya ditetapkan 1-1. 5 kg/cm2. Sistem tangki tekan biasanya dirancang sedemikian rupa agar volume udara tidak lebih dari 30% terhadap volume tangki dan 70% volume tangki bermutu air. Jika mulanya tangki tekan berisi udara bertekanan semangat, kemudian diisi Air, maka volume mengaur yang akan menusuk hanya 10% volume tangki. Untuk memadamkan hal ini, dimasukkan udara kempa bertekanan lebih besar daripada tekanan atmosfer.

Restan Sistem Tangki Menghimpit adalah:

Dari segi estetika tidak menyolok jika dibandingkan dengan tangki atap.

Gampang perawatannya karena mampu dipasang dalam kamar mesin bersama pompa-pompa lainnya.

Harga awal lebih rendah dipadankan dengan tangki yang harus dipasang dalam atas menara.



Kekurangannya adalah pompa dengan sering bekerja oleh karena itu menyebabkan keausan di saklar lebih segera.

Sistem Tanpa Bak

Dalam sistem Tanpa Tangki tidak dikenakan tangki apapun, baik tangki bawah, bak tekan maupun tangki atap. Air dipompakan langsung ke sistem pembagian bangunan dan menimba menghisap air langsung dari pipa tertinggi (misal: pipa superior PDAM).

Sistem penyediaan air bersih yang dipakai untuk Pesanggrahan umumnya adalah Sistem tangki atap Sistem tangki atap dipakai dengan pertimbangan:

Dgn adanya Roof tank maka ketersediaan Air akan terjaga di setiap waktu khususnya dalam saat pemakaian klimaks.

Perubahan tekanan secara terjadi tidak demi berarti, hanya dampak perubahan muka Air dalam tangki.

Menghemat kerja pompa

Comment

Comment:

Tweet